dilematis kemahasiswaan

sebagaimana kita tahu bahwa mahasiwa adalah seseorang yang sedang menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi. mereka adalah kaum-kaum akademis yang memiliki idealisme tinggi dalam mengaktualisasikan diri. diskusi merupakan bentuk aktualisasi diri yang paling dekat dengan kehidupan akademisnya. sehingga banyak sekali hal yang dapat diketahui dalam proses dialektika tersebut. namun, saat sekarang ini banyak mahasiswa yang melupakan proses dialektika yang sangat berguna bagi pengembangan kapasitas diri mereka. jangankan untuk mendiskusikan “kebangsaan”, untuk mendiskusikan fenomena terdekat, merekapun enggan melakukannya.

sehingga,,, seperti sekaranglah yang terjadi pada dunia kemahasiswaan.

dengan kurangnya proses dialektika, mereka akan mudah untuk dilemahkan, diprofokasi, dibodihkan dan dibelokkan dengan pengaruh budaya-budaya hedonisme. sehingga, tidak banyak lagi mahasiswa yang secara “PAHAM” mengetahui sistematika dalam bernegara. bagaimana mereka mampu menjadi kontrol sosial dan perubah bagi kehidupan sosial apabila mereka tidak paham dengan sistem yang ada?

jangan sampai mahasiwa itu dipecah belah atas perbedaan bendera organisasi, asal daerah, suku, agama, dan perbedaan lainnya. itu semua dilaksanakan hanyalah untuk melemahkan kekuatan mahasiswa, yang apabila bersatu mereka mampu membuat perubahan besar bagi kehidupan bernegara.

banyak sekali oknum yang berusaha masuk kekomunitas-komunitas mahasiswa, menyebarkan isu dan menunggu mereka untuk saling ejek, saling serang dan akhirnya pecahlah persatuan mahasiswa. hal ini akan sangat menggembirakan bagi pihak yang ingin melemahkan mahasiswa secara ketajaman analisisnya dan kekuatan persatuannya. sehingga mahasiswa HANYA TERFOKUS PADA KESENANGANNYA MASING-MASING. terjebak dalam agenda formal organisasinya.

tak ada pemikiran yang lebih tepat selain menggalang persatuan mahasiswa, meningkatkan ketajaman analisis melalui proses dialektika. gulirkan isu nasional yang memaksa mahasiswa untuk berfikir, sehingga mereka paham akan tugas dan fungsi mereka sebagai insan akademis. dan lakukan sebuah gerakan kongkrit terhadap konsep yang sudah mereka diskusikan.

mengingat 1928, 1966 dan 1998 itu adalah pencapaian yang luar biasa untuk mahasiswa. ingatlah itu kawan, lakukan pengulangan dan modifikasi bentuk dan konsepnya. sehingga akan mendekatkan kehidupan negara ini ke arah “KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA” yang merupakan cita-cita bersama.

salam perjuangan, salam pergerakan !!!

*miris melihat konflik mahasiwa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s